Soal Polisi Panggil Sandiaga Uno Jadi Saksi Kasus Tahun 2013, Netizen Ingatkan Kasus Cawagub Silvy

(Sumber foto: akun twitter @eae18/@rizq_stIskandar)

Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat memanggil Sandiaga Salahuddin Uno untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan pencemaran nama baik. Kasus itu adalah tindak lanjut atas pelaporan seorang bernama Dini Indrawati Septiani pada 7 November 2013.

“Ya, (dimintai keterangan) sebagai saksi,” kata Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Mustakim saat dikonfirmasi Republika, Kamis (9/3) malam.

Dalam surat pemanggilannya, polisi menyebut peristiwa itu diduga terjadi pada Kamis 31 Oktober 2013 pukul 06.30 WIB dan Jumat 7 Agustus 2013 pukul 17.00 di Gelora Bung Karno, Kelurahan Glora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Cawagub DKI pasangan Anies Baswedan itu akan dimintai keterangan sebagai saksi pada Jumat 10 Maret 2017 pukul 09.00 WIB di Polsek Metro Tanah Abang. Dia diperiksa terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan atau fitnah yang diatur dalam Pasal 310 KUHP dan 311 KUHP.

Namun, Mustakim belum menjawab saat ditanya lebih detil terkait pencemaran nama baik dan atau fitnah seperti yang tercantum dalam surat pemanggilan sebagai alasan pemanggilan Sandi untuk dimintai keterangan.

Dalam surat tersebut, Sandiaga diminta menghadap Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang selaku penyidik. Sandi juga diminta membawa dokumen atau bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut jika memilikinya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati sindiran pedas netizen terkait polisi panggil Sandiaga Uno saat Pilkada 2017 untuk penyidikan kasus 2013. Berikut komentar para netizen, “laporan 2013, di periksa waktu pilkada 2017, rakyat makin cerdas, siapa penjahat negeri ini sebenarnya”. Tulis netizen bernama Sutar No nampak tak habis fikir.

Selanjutnya, netizen bernama Santri Kota ini sampaikan dugaan, “cawagub sylvi diperiksa juga saat menjelang coblosan. suaranya lsg runtuh. sudah gak fair”. Sementara itu, seorang netizen lain lancarkan sindiran pedas, “maksud saya, kenapa Polisi tidak langsung saja Daftar ke KPU sebagai Partai Pendukung Pasangan Nomor 2, gitu ajah kan enak, jelas dan gambling”. Dituliskan netizen bernama Rudi Setiadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend