Soal Surat Permohonan Penangguhan Pemeriksaan Setya Novanto, Netizen: DPR Ingin Selamatkan SN?

permohonan penangguhan

(Sumber foto: kabar24.bisnis.com/rilis.id)

Peneliti Senior LIPI Bidang Politik Syamsuddin Haris menyebut dilayangkannya surat permohonan penangguhan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto (SN) atas kasus korupsi KTP berbasis elektronik sebagai hal yang salah kaprah.

Pasalnya, kata peneliti bidang politik itu, kasus hukum yang dialami Setya Novanto bersifat personal dan tidak seharusnya melibatkan lembaga.“Sehingga tak tepat permintaan dewan itu ke KPK. Harusnya DPR mendukung proses hukum yang dialami oleh Pak Setya Novanto bukan malah menghambat. Ini justru malah menghambat,” ujarnya, Rabu (13/9).

Sebelumnya, pada Selasa (13/9) surat tersebut dilayangkan ke KPK. Surat permohonan penangguhan itu diantarkan oleh Kepala Biro Kesekjenan DPR Hani Tahapsari ke kantor KPK.

Hal ini menurutnya menambah keyakinan publik bahwa memang kalangan dewan tidak memiliki komitmen yang jelas untuk penegakan pemerintahan yang bersih melalui penguatan KPK. Sebab pada akhirnya ini akan membuat citra dewan itu lebih buruk lagi di mata publik. Sebab mestinya yang dibela bukan personal Setya Novanto tapi yang dibela itu adalah komitmen KPK menegakan pemerintahan yang bersih memberantas korupsi,” ujar dia.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen di media social soal surat permohonan penangguhan pemeriksaan Setya Novanto. Netizen bernama Adji Thaher  sampaikan dugaan, “Seharusnya DPR mendorong KPK utk segera memeriksa SN, justru malah DPR minta penundaan pemeriksaan SN, ada apa dengan DPR, jgn2 ingin menyelematkan SN, klo begini caranya DPR membuat rakyat semakin tdk percaya lagi anggota DPR…”.

Sementara netizen lain bernama Den Mas Wid sebut permohonan penangguhan Ketua DPR tersebut hanya alasan belaka, “Haha……kalo gua si nggak percaya Alasan begituan mah udah basi”. Selanjutnya, ada juga netizen sampaikan sindiran, ‘hmmmmm….. bukannya citranya udah rusak? mungkin perlu disurvei kepuasan rakyat untuk itu, biar ilmiah dikit”, tulis akun @mediagalau_id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend