Tanggapi Unjuk Rasa Tolak Pencalonan Risma, Netizen: Warga Surabaya Egois

Netizen Harap Risma Tak Ikut Pilgub DKI 2017 dan Tetap di Surabaya

Foto: Ilustrasi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma akan diusung menjadi bakal calon wakil gubernur Jawa Timur menggantikan Abdullah Azwar Anas ternyata menungdang reaksi.

Sejumlah orang mengatasnamakan Forum Relawan Saya Surabaya menolak upaya pencalonan Risma di halaman kantor Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat siang, 5 Januari 2018.

Massa membentangkan dua spanduk. Satu spanduk bertuliskan ‘Tolak Risma Cawagub Jawa Timur’. Spanduk lainnya bertuliskan ‘Risma Tetap Wali Kota Surabaya!’.

“Kami menolak adanya kekuatan yang berupaya mendorong Ibu Risma maju di Pilgub Jatim,” kata juru bicara Forum Relawan Saya Surabaya, Imam Budi Utomo.

Dia mengatakan, ada beberapa pekerjaan di Kota Surabaya yang harus dituntaskan Risma, seperti soal pendidikan gratis sebagaimana janjinya kala kampanye Pemilihan Wali Kota pada 2015 lalu. “Kalau ditinggal maju Pilgub, pekerjaan itu tidak akan selesai. Karena itu, Risma jadi cagub atau cawagub, kami menolak,” ujar Imam.

Aksi tersebut mengundang tanggapan netizen Indonesia. Beragam komentar dilayangkan netizen. Pendukung Risma yang menginginkan agar Walikota Surabaya tersebut maju dalam pilgub Jawa Timur 2018 menyebut warga Surabaya egois.

“Warga Surabaya ternyata egois gk sprti warga solo yg mengizinkan p jokowi maju ke pilgub dki” kicau akun @anikfa3.

Netizen lain tidak sepakat dengan sebutan warga Surabaya egois. Alasannya karena sayang dengan Bu Risma. “Ya karena kita sayang bu Risma bukan karena egois :(” ujar akun @mampedd.

Pendukung Risma juga menginginkan agar Risma menjadi Gubernur sementara Gus Ipul menjadi Wakil Gubernur.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan keputusan yang telah diambil partai di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) sudah kukuh. Keputusan tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

“Abdullah Azwar Anas tidak mengundurkan diri. PDI Perjuangan ketika membuat keputusan politik melalui pertimbangan yang matang dan tahapan-tahapan yang jelas. Keputusan sudah diambil partai dan kukuh berdiri di situ,” tutur dia di Menteng, Jakarta, Jumat (5/1).

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend