Kasus UPS DKI Jakarta, Netizen Ramai Bicarakan Pemanggilan Ahok Oleh Bareskrim

Ahok Jadi Saksi Kasus UPS

Kasus korupsi proyek pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) dilingkungan Pemerintahan DKI Jakarta, kini memasuki babak baru. Penggelembungan harga UPS dalam APBD DKI Jakarta terungkap setelah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melaporkan tentang dugaan korupsi penggunaan atau realisasi dan pengelembungan nilai proyek (mark-up) APBD 2012 hingga 2015 ke KPK pada 27 Februari 2015.

Hal itu diketahui setelah Ahok dan jajarannya menggunakan sistem e-budgeting terhadap APBD 2015 yang disahkan oleh pihak DPRD.  Dengan penyisiran data melalui sistem e-budgeting, pihak Ahok menemukan adanya sejumlah mata anggaran siluman senilai Rp 12,1 triliun dalam APBD 2015 yang disahkan oleh pihak DPRD. Padahal, mata anggaran tersebut tidak pernah ada saat masih dalam pembahasan antara jajaran Pemprov dan DPRD. Mata anggaran yang paling menonjol adalah pengadaan pemasok daya bebas ganggung atau Uninterruptable Power Supply (UPS) untuk sekolah di DKI Jakarta.

Dalam kasus UPS, Bareskrim Polri telah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, Alex Usman, dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat, Zaenal Soleman. Kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia mengenai kasus korupsi di lingkungan Pemerintahan DKI Jakarta ? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 29 Juli 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 5.266 tweet membicarakan tentang kasus korupsi pengadaan alat pembangkit daya listrik atau uninterruptible power supply (UPS) DKI Jakarta.

Lewat 5.161 tweet membicarakan pemanggilan Ahok oleh Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) pada Selasa (29/7). Ahok dipanggil sebagai saksi dalam kasus korupsi UPS agar dapat memberikan keterangan terhadap penyidik. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memenuhi panggilan tersebut, dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang berdasi dan didampingi oleh ajudannya. Kedatangan ahok untuk penuhi panggilan Bareskrim, menuai perbincangan di lini masa twitter sebanyak 712 kicauan.

Pemanggilan Ahok oleh Bareskrim menuai komentar dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung. Beliau beranggapan seharusnya yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS) dalam APBD Perubahan DKI Jakarta tahun anggaran 2014, adalah sang Gubernur DKI Jakarta sendiri, yaitu Basuki Tjahaja Purnama. Sebanyak 463 tweet membicarakan soal komentar Haji Lulung.

***

Loading...

One thought on “Kasus UPS DKI Jakarta, Netizen Ramai Bicarakan Pemanggilan Ahok Oleh Bareskrim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*