Terkait Laporan Partai Socmed, BK DPD Nyatakan Fahira Idris Tak Bersalah

Terkait Laporan Partai Socmed, BK DPD Nyatakan Fahira Idris Tak Bersalah

Sumber foto: Twitter

Anggota DPD RI, Fahira Idris mengumumkan kabar terkait laporan akun twitter @PartaiSosmed terhadap dirinya. Badan Kehormatan DPD RI memutuskan bahwa Fahira tidak terbukti melanggar tata tertib dan kode etik seperti yang dilaporkan akun twitter Partai Socmed.

Semua berawal dari laporan Partai Socmed ke Badan Kehormatan DPD RI pada tanggal 30 Maret dan 6 April 2016. Dari kicauan- kicauannya, @PartaiSosmed menuntut Fahira karena kicauan- kicauannya yang dianggap melawan Pancasila dan UUD 1945. “Untuk itu, jika teman2 punya bukti2 tentang tweet2 lama @fahiraidris yg dianggap melawan Pancasila dan UUD 1945 silakan dimention ke kami.”

Laporan @PartaiSocmed ini bukan tanpa landasan. Mereka mengacu pada sumpah ataua janji anggota DPD RI yang berbunyi, “bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah dengan sebaik- baiknya dan seadil- adilnya sesuai dengan peraturan perundang- undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang- Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.”

Pada Kamis (23/6) siang, keputusan atas laporan @PartaiSocmed pada Fahira pun keluar. Dalam surat putusan itu, dinyatakan bahwa Fahira tidak bersalah. Ia tak terbukti melanggar tata tertib dan kode etik. Fahira pun mengucapkan terima kasih pada BK DPD atas keputusan tersebut. “17. Alhamdulillah, Allahu Akbar.. 1000x Terima Kasih Badan Kehormatan @DPDRI dan Tim Pencari Fakta Badan Kehormatan atas #KeputusanBK_DPDRI,” kicaunya lewat akun @fahiraidris.

Tak hanya berterima kasih, Fahira juga menyentil @PartaiSocmed yang melaporkan dirinya ke BK DPD RI. “22. Dear Pelapor, Hasil #KeputusanBK_DPDRI ini jgn dbawa ke hati ya, nanti bs bikin kalian gak bisa tidur & maunya marah2. MARI TERSENYUM.”

Tak tinggal diam, @PartaiSocmed pun juga berkicau. Meski mengucapkan terima kasih dengan penilaian BK DPD RI, mereka menuding BK DPD RI tak transparan dalam melakukan penyidikan. “Kedua, sekedar informasi kami sampaikan disini bahwa proses di BK @DPDRI sangat tidak transparan. Publik tidak tahu seperti apa prosesnya. Bahkan setahu kami para pengadu tidak pernah dipanggil untuk dimintai kesaksian versi mereka. Ujug2 keluar keputusan dari BK @DPDRI.”

Akun Partai Socmed juga menuding bahwa Fahira mempunyai akses untuk masuk ke BK DPD RI. Hal ini dapat dilihat dari akun @DPDRI yang belakangan sering meretweet kicauan Fahira. Dan kesimpulannya, salah satu orang yang mempunyai akses untuk masuk ke BK DPD RI adalah Fahira sendiri.

Pantauan redaksi Eveline, pengguna twitter juga turut mengucapkan selamat atas keputusan BK DPD RI pada Fahira tersebut. “Alhamdulillah… Semangat terus Uni..! Insha Allah berkah.” tweet @rendranila.

Tak hanya ucapan selamat, Fahira juga mendapat dukungan dari pengguna twitter. Seperti yang dikicaukan oleh akun @RWeejaya. “Semangat uni… Jangan pernah padam membela dan menyuarakan kebenaran #YNWA.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend