Ultimatum Imam Besar FPI: Tangkap Ketua Umum GMBI Dan Pelaku Penyerangan Atau Qishash!

(Sumber foto: akun twitter @NUSANEWScom)

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab menyampaikan ultimatum kepada Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Ultimatum itu sendiri ditetapkan berlaku selama 2 x 24 jam. Terhitung dari hari Ahad 15 Januari 2017, jam 00.00, hingga Senin, 16 Januari 2017 jam 24.00.

Hal itu menyusul tindakan anarkis berupa penganiayaan brutal dan perusakan yang diduga dilakukan massa GMBI terhadap sejumlah aktivis Islam, usai pemanggilan Habib Rizieq Syihab di Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/1/2017).

Ultimatum itu disampaikan melalui situs resmi, HabibRizieq.co, sejak Sabtu (14/1/2017). Berikut ini bentuk selengkapnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan telah mengakui jabatannya sebagai Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Jabatan itu diembannya, menurut Anton, agar GMBI menjadi beradab.  “Tetapi saya membina agar mereka ini beradab,” kata Anton menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya merupakan Ketua Dewan Pembina GMBI, di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat (13/1/2017).

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), KH Ahmad Shabri Lubis menegaskan, apa yang dilakukan Anton Charliyah justu bertolak belakang. “Itu kan pengakuan dia supaya beradab, itu bukan beradab tapi biadab!” kata KH Ahmad Shabri Lubis kepada Panjimas.com, Sabtu (14/1/2017).

Tak hanya itu, Panglima FPI Maman Suryadi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (13/1/2017), membenarkan bahwa mereka akan menggelar aksi pada 16 Januari mendatang. Aksi tersebut berupa long march menuju Mabes Polri untuk menuntut pencopotan Kapolda Jabar. “Tanggal 16 kan kita mau turun di Al Azhar, kita mau minta tuntutan pencopotan Kapolda Jawa Barat. Bersama umat Islam tentunya. Long marchnya dari al Azhar kita menuju ke Mabes Polri,” ungkapnya.

(Baca juga: Umat Islam Tegas Tuntut Kapolda Jabar Anton Charliyan Dicopot, Begini Komentar Netizen)

Di sisi lain, di media sosial juga terlihat beredar berita viral, bahwa Umat Islam yang geram mulai mendatangi dan menutup markas GMBI. Salah satu aksi penutupan markas GMBI diantaranya terjadi di Depok, Jawa Barat.“Breaking News, Berani ganggu ulama, kini ormas preman bayaran GMBI telah menjadi musuh seluruh umat Islam di Indonesia! Umat Islam di berbagai daerah mendatangi markas-markas GMBI untuk menurunkan plang, spanduk dan papan namanya termasuk di kota Depok.

Di banyak markas GMBI sudah sepi, para preman-preman yang biasa ada disitu sudah pada kabur menghilang. Di sebagian tempat lagi malah dijaga ketat oleh aparat polisi,” demikian berita yang beredar melalui pesan siaran WhatsApp. Diperkirakan, aksi penutupan terhadap markas GMBI juga terjadi di tempat lain.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend