Umat Islam Tegas Tuntut Kapolda Jabar Anton Charliyan Dicopot, Begini Komentar Netizen

mengejutkan

(Sumber foto: akun twitter posmetroinfo )

Tuntutan pencopotan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dari jabatannya kian menyeruak di berbagai tempat setelah insiden pasca pemeriksaan Habib Rizieq kemarin di Mapolda Jabar, Bandung. Pasalnya, kemarin para pengawal Imam Besar Front Pembela Islam tersebut diserang sekelompok massa yang memang turut mengawal pemeriksaan terkait kasus dugaan penistaan Pancasila tersebut.

“Guna memelihara Jabar kondusif, kami mendesak Kapolri untuk segera mencopot Irjen Pol Anton Charliyan sebagai kapolda Jabar. Sebab apabila yang berangkutan masih menjabat kapolda Jabar berpotensi merusak kondusifitas Jabar yang selama ini terkendali,” jelas aktivis Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar, HD Sumpena, pagi tadi.

Audiensi  akan dilakukan API Jabar beserta seluruh elemen masyarakat bersama DPRD Jabar, dan Kodam III Siliwangi. Audiensi sekaligus akan menegaskan bahwa insiden kemarin itu bukan kerusuhan. Tapi pengeroyokan.

Tak hanya itu, dari pihak FPI juga meminta polisi untuk segera menindak pelakunya. “Saya rasa polisi harus kooperatif, harus bisa menindak siapa yang menyerang kami ketika itu terjadi. Justru kami yang menjadi korban sebenarnya,” kata Panglima FPI Maman Suryadi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (13/1/2017).

Maman juga mengungkapkan bahwa mereka akan menggelar aksi pada 16 Januari mendatang. Aksi tersebut berupa long march menuju Mabes Polri untuk menuntut pencopotan Kapolda Jabar. “Tanggal 16 kan kita mau turun di Al Azhar, kita mau minta tuntutan pencopotan Kapolda Jawa Barat. Bersama umat Islam tentunya. Long marchnya dari al Azhar kita menuju ke Mabes Polri,” ungkapnya.

Sementara itu sebelumnya, Tuntutan pencopotan Irjen Anton juga disampaikan sebelumnya lewat sebuah petisi di situs Charge.org. Petisi tersebut berjudul “Copot Kapolda Jabar”.

Sebab, Kapolda Jabar itu ternyata Ketua Dewan Pembina LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), LSM yang disebut-sebut menyerang anggota FPI. Bahkan maasa GMBI dari Indramayu dilepas keberangkatannya oleh Kapolsek Jatibarang menuju Mapolda Jabar.

“Menurut kami ini tidak wajar. Jelas ini ada aroma untuk membenturkan rakyat dengan rakyat. Kami ingin agar Ketua Dewan Pembina Harian LSM GMBI yang juga merupakan Kapolda Jabar untuk bertanggung jawab atas perilaku anarkis yang dilakukan LSM-nya,” begitu penutup pernyataan di Petisi tersebut.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar soal Umat Islam tegas minta Kapolda Jabar Anton Charliyan dicopot. Beberapa netizen terlihat turut mendukung pencopotan Kapolda Jabar.

Bahkan ada juga netizen yang meminta agar seluruh jajaran dibawahi Kapolda Jabar turut diganti atas dugaan keterlibatan mereka hingga terjadinya insiden pengeroyokan ormas GMBI itu.”semuanya musti dicopot dari Kapolsek,Kapolres, Kapolda, Kapolri. Harus dicopot”, dikicaukan netizen dengan akun @iqbaldenshinyo.

Untuk diketahui, Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan juga telah membenarkan bahwa ia merupakan Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Menurutnya, posisi itu ia jabat agar ormas tersebut beradab. “Saya memang banyak membina. Tetapi saya membina agar mereka ini beradab. Bukan hanya satu, tapi banyak,” kata Anton menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya merupakan dewan pembina GMBI atau bukan, Jumat (13/1/2017).
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend