Blokir Telegram, Pemerintah Dikritik Habis Netizen

Blokir Telegram, Pemerintah Dikritik Habis Netizen

Sumber foto: telegram / indrasblog

Pemblokiran terhadap aplikasi chat atau media sosial dari Kominfo sepertinya bukan gertakan. Kabar terbaru menyebut bahwa pemerintah Indonesia memastikan memblokir aplikasi pesan instan Telegram, Jumat (14/7). Dikutip dari CNN, alasan pemblokiran ditengarai karena mengandung konten ilegal.

Permintaan pemblokiran Telegram masih sebatas versi web. Sementara untuk versi aplikasinya masih bisa diakses seperti biasa.

Pemblokiran Telegram ini pun membuat para pengguna media sosial, khususnya twitter ramai menyampaikan komentar mereka. Mayoritas pengguna twitter mengkritik langkah pemerintah tersebut.

“Main blokir alasan terorisme, sedangkan telegram telah memblokir banyak akun yg ditengarai terkait terorisme. Preeeek MENKOMINFO preeeek.” tulis pengguna twitter dengan akun @almaujudy.

Berbeda dengan komentar akun @ruhutambarita yang bertanya- tanya apakah aplikasi chat telegram ini ada hubungannya dengan aksi terorisme. “Apakah benar @kemkominfo akan blokir @telegram karena aplikasi itu dinilai terkait dengan aktivitas terorisme? Cc: Pak @rudiantara_id.”

Ada juga pengguna twitter yang mengkritik Menkominfo karena memblokir telegram. “Ini @kemkominfo bego atau gimana? Telegram itu chat apps. Setipe dengan Whatsapp. Bukan situs radikal. Blokir aja semuanya.” kicau akun @glrhn.

Telegram merupakan aplikasi layanan instan buatan Pavel Durov asal Rusia. Telegram dikenal sebagai layanan pesan instan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Telegram adalah salah satu layanan yang memakai sistem enkripsi untuk percakapannya.

Telegram sendiri keberadaannya juga terancam di negara lain. Misal saja di Rusia. Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengancam memblokir aplikasi tersebut jika tidak memberikan informasi tentang perusahaan yang mengontrol Telegram.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend