Identifikasi Manusia Sebagai Gorila, Permintaan Maaf Google Ramai Di Medsos

Kesalahan bisa terjadi pada siapa saja. Begitu pula dengan software tag foto otomatis milik Google, yang sudah dirancang secanggih mungkin. Yaitu Software Google Photo yang baru dirilis  beberapa waktu lalu, salah menginterpretasikan gambar dua orang kulit hitam yang ditandainya sebagai gorilla.

Biasanya jika kita menggunakan aplikasi ini dengan menujukkan menara Eiffel, maka software secara otomatis akan tahu kalau foto tersebut diambil di Paris, dan sebagainya. Namun teknologi tetap saja teknologi, tak bisa dibandingkan dengan manusia. Jacky Alcine  seorang programmer asal Brooklyn, New York, awalnya mengecek akun Google Photos miliknya. Tak disangka, software secara otomatis menunjuk foto ia dengan temannya dengan caption Gorilla. Padahal foto tersebut merupakan fotonya dengan sang teman yang diambil 2013 silam, dan tidak ada satupun gambar gorilla yang ada di foto tersebut. Kaget, Alcine yang menyadari fotonya dengan sang kawan, yang juga berkulit hitam, bertuliskan gorilla pun langsung dengan sengaja mengunggahnya ke Twitter agar diketahui Google.

Melalui Yonathan Zunger, salah satu perwakilan dari google langsung menghubungi Alcine untuk menunjukkan mana yang harus diperbaiki. Beberapa jam kemudian, Google menyatakan bahwa masalah tersebut sudah berhasil diatasi.

Diprotes akan hal ini, pihak Google pun langsung meminta maaf atas permasalahan yang terjadi. Dikutip melalui Daily Mail “Kami meminta maaf sedalam-dalamnya atas insiden itu. Kami sedang berusaha mengatasi masalah ini dan berusaha agar masalah ini tidak terjadi lagi di masa depan” ujar juru bicara Google. Hal ini bukan kali pertama Google salah dalam menginterpretasikan gambar, sebelumnya tag gambar juga menghasilkan pengelompokan anjing menjadi kuda pada bulan Mei lalu.

Akibat insiden ini, pihak Google telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah pihak-pihak lain mengalami kesalahan yang sama. Selain itu pihak google juga sedang mengerjakan perbaikan jangka panjang terkait linguistik kata-kata yang harus diperhatikan terkait foto-foto orang dan pengenalan gambar sendiri seperti pengenalan yang lebih baik terkait wajah berkulit gelap.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas kesalahan aplikasi Google Photos dalam mengidentifikasi foto manusia menjadi gorila? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 1 – 2 Juli 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 6.074 tweet membicarakan tentang aplikasi Google. Netizen banyak sekali membicarakan fitur yang secara otomatis bisa mengidentifikasi foto pada aplikasi Google Photos. Sebanyak 3.616 tweet memperbincangkan aplikasi ini.

Selain itu sebanyak 2.060 tweet, memperbincangkan aplikasi Google Photos yang salah menginterpretasikan atau menandai foto manusia sebagai gorilla. Lebih lanjut, aplikasi Google Photos memberikan tag Gorila pada pasangan berkulit hitam menuai perbincangan sebanyak 1.257. Akibat kesalahan yang terjadi pihak google melalui juru bicara mereka, langsung merespon dengan melakukan perbaikan dan meminta maaf atas kesalahan yang terjadi. Permohonan maaf dari pihak Google menuai perbincangan sebanyak 2.714 tweet

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend