Menyaring Ujaran Kebencian di Twitter, Gunakan Fitur Mute Terbaru

Menyaring Ujaran Kebencian di Twitter, Gunakan Fitur Mute Terbaru

Sumber Foto : Istimewa

Twitter menjadi salah satu aplikasi yang penggunanya paling cerewet di dunia maya. Tak hanya sibuk membicarakan isu yang sedang hangat, penduduk Twitterland juga dibanjiri ujaran kebencian. Namun kini, situs mikrobloging itu telah menyediakan fitur untuk menangani hal tersebut.

Melalui akun resminya, Twitter meluncurkan tiga pembaruan terkait keamanan pada fitur Mute yang telah lama disediakan. Ketiga update ini adalah pengontrolan, pelaporan, dan penegakan. Dimana para pengguna bisa menyaring kata, frasa, tanda pagar (tagar), hingga percakapan tertentu yang dirasa terkait cyber-bully.

Terkait kabar tersebut, redaksi eveline melihat beragam komentar dari netizen di seluruh dunia. Diantaranya sangat antusias dan berterimakasih atas fitur terbaru tersebut. Seperti yang dikatakan oleh pemilik akun twitter @CaseyTheVA, “@safety @TwitterOpen This is very needed, especially now. Thank you.”

Namun beberapa diantara mereka menginginkan hal yang lebih dari sekedar mematikan notification sebaran kebencian. Seperti yang diminta oleh pengguna twitter berikut ini, Users suffering abuse on @twitter don’t have a “notifications” problem. They need tools to block the social graph of any user abusing them. ujar @OneKindOfBlue

Netizen tanah air pun tidak ketinggalan mengomentari pembaharuan ini. Ucapan terimakasih juga dikicaukan oleh pemilik akun  @ yang sangat antusias terkait fitur terbaru itu, “keren sekali, sekarang twitter bisa menyaring kata dan percakapan yang tidak berkenan tanpa harus memblokir pengikut.”

Perlu diketahui, perubahan ke arah membatasi perilaku kasar datang sekira empat bulan setelah platform media sosial ini merespons pengaduan komedian Leslie Jones yang meninggalkan Twitter setelah serangan tweet hingga menjadi korban pelecehan seksis dan rasis.

Lebih lanjut, selain bakal membuat fitur baru, korporasi teknologi yang berkantor pusat di San Francisco ini juga mengungkapkan telah melakukan perbaikan sistem internal agar dapat lebih baik lagi merespons aduan para pemilik akun mengenai cuitan yang intimidatif.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend