Polisi: Penyebar Hoax Bisa Kena Hukuman Penjara, Netizen Mendukung

Polisi: Penyebar Hoax Bisa Kena Hukuman Penjara, Netizen Mendukung

Sumber foto: detik / sleuthsayers

Kini berhati- hatilah anda dalam menerima dan menyebarkan informasi yang asal- usulnya tak jelas di media sosial. Kepolisian mengatakan bahwa kini mereka sedang mengejar penyebar hoax di media sosial twitter maupun facebook.

Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan bahwa pelaku terancam 6 tahun penjara yang diatur dalam UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penyebaran isu hoax diatur dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Selain terancam 6 tahun penjara, pelaku juga terancam denda maksimal Rp 1 miliar.

“Pengusutannya masih berjalan. Mereka-mereka yang menebarkan isu-isu hoax ini pasti satu per satu nanti akan diungkap siapa tersangkanya, pidananya,” kata Boy seperti dikutip Detik, Minggu (20/11).

TIndakan kepolisian yang akan memberikan hukuman pada penyebar informasi hoax di sosial media twitter dan facebook ini mendapat dukungan dari pengguna twitter. “@kompascom Penyebar Hoax baiknya segera ditangkap dan dihukum pidana seumur hidup agar jera,” tulis pengguna twitter dengan akun @wrahardian.

Kicauan senada juga diutarakan akun @igoy89. “@detikcom penyebar berita hoax emg udah sepatutnya dikasih pelajaran.”

Ada juga pengguna twitter yang menyalahkan netizen yang kurang cerdas dalam menyebarkan informasi tersebut. “@detikcom kalau netizen pada sedikit cerdas ga bakal hoax tersebar luas, tapi nyatanya informasi yg dramatis org sngt suka, dikira sinetron,” sebut akun @andinugrahasaja.

Beberapa pengguna twitter yang lain berkomentar berbeda. Mereka banyak yang mempertanyakan apabila kabar hoax itu berasal dari media atau stasiun televisi. “Polisi Ancam Pidanakan Penerus Berita Hoax, Kalau Berita TV Isi Hoax Gimana Pak?” tanya pemilik akun @wartapolitik.

Pertanyaan yang sama juga dikicaukan oleh akun @AbRo08. “@kompascom kalau yg nyebar informasi yg memutar balikkan fakta,dan menyampaikan berita setengah2 itu termasu gak?”

Boy melanjutkan bahwa masyarakat tak perlu mempercayai isu- isu hoax yang tak jelas asal- usulnya. Ia juga menganjurkan agar tidak mengikuti pemberitaan tersebut. Terkait isu hoax yang menyangkut keamanan dan perekonomian, menurut Boy pihaknya menjamin Indonesia dalam keadaan aman, kondisi perbankan juga baik. Termasuk tak ada alasan menarik uang dari bank.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend